Gambar 4.9. Pemilihan dan Penggunaan Bahan Pembersih

Cleaning Suplies adalah bahan kimia yang bermanfaat untuk membantu proses pembersihan. Seperti yang sudah dicontohkan di atas, dilihat dari bentuknya cleaning supplies dapat dibedakan menjadi beberapa jenis:

  1. Zat cair
  2. Zat padat
  3. Powder (bubuk)
  4. Pasta

Jika kita bicara tentang cleaning supplies atau sering kita sebut dengan cleaner, kita akan mengenal banyak sekali jenis zat ini. Beberapa jenis, terutama yang bersifat multi purpose, dipakai orang untuk membersihkan permukaan benda-benda seperti  lantai, dinding, kaca dan  lain-lain. Sedangkan cleaner yang bersifat solvent maupun water  based pada umumnya dipakai di dunia industri seperti hotel maupun gedung-gedung yang  besar. Namun demikian untuk menentukan cleaner yang baik banyak faktor yang perlu diperhatikan, sebab cleaner yang baik harus memenuhi persyaratan tertentu.

Cleaner yang baik pada umumnya harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Biodegradable

yaitu dapat diuraikan oleh micro organisme, sehingga tidak membahayakan lingkungan atau tidak mencemari lingkungan.

  • Solubility

yaitu dapat larut dalam air dan mudah dihilangkan dari permukaan benda yang dibersihkan.

  • Wetting

yaitu sifat pembasahan yang kuat, untuk mendapatkan sifat ini diperlukan adanya zat aktif permukaan (surfactants) untuk menurunkan tegangan permukaan air, sehingga pembasahan pada permukaan benda yang dibersihkan dapat berlangsung dengan cepat.

  • Emulsification

yaitu sifat cleaner yang bekerja memecah kotoran menjadi partikel-partikel kecil.

  • Soil Suspension

yaitu kotoran yang sudah diimulsikan  harus dibuat tersuspensi dalam larutan untuk mencegah melekatnya kembali pada permukaan benda yang  telah  dibersihkan, zat yang dapat memberikan sifat ini disebut Emulsifier.

  • Rinsability

yaitu sisa-sisa zat pembersih dan kotoran harus mudah dihilangkan dari permukaan benda yang sudah dibersihkan.

  • Desinfectant

yaitu kemampuan yang dapat membunuh bakteri pembawa penyakit.

  • PH cleaner harus memiliki sifat keasaman dan ke basaan tertentu (cleaner bisa bersifat asam, basa atau netral), tetapi sebagian besar dari kotoran bersifat asam, sehingga diperlukan cleaner yang bersifat basa.

Sifat cleaning suplies asam (acidity)         = PH<7

Sifat cleaning suplies basa  (alkalinity)    = PH>7

  • Tidak ada sifat “power fade out” untuk memiliki sifat ini diperlukan zat yang disebut chelating agent.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s