Sapta Pesona

Sapta pesona merupakan kondisi yang harus diwujudkan dalam rangka menarik minat wisatawanberkunjung kesuatu daerah atau wilayah tertentu di negara Indonesia ini. Kita harus menciptakan   suasana indah mempesona khususnya tempat-tempat yang banyak dikunjungi wisatawan agar mereka betah tinggal lebih lama, karena merasa puas atas kunjungannya sehingga dapat memberikan kenangan indah dalam hidupnya. Sebagai pencetus Sapta Pesona adalah Soesilo Sudarman sebagai menteri Parpostel pada Era Ordebaru. Saat ini Sapta Pesona masih dipergunakan sebagai buku pedoman ”Sadar Wisata dan Sapta Pesona” oleh Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata. ( 2003 )

 1.        Aman

Wisatawan akan senang berkunjung kesuatu tempat apabila merasa aman tenteram tidak takut, terlindung dan bebas dari hal-hal seperti tindak kejahatan dan kekerasan, ancaman bahaya penyakit menular dan berbahaya, kecelakaan yang disebabkan karena fasilitas yang kurang baik  serta gangguan dari oleh masyarakat. Jadi aman berarti menjamin keselamatan jiwa dan fisik, termasuk barang milik wisatawan.

 

2.        Tertib

Kondisi yang tertib merupakan sesuatu yang sangat didambakan  oleh setiap orang termasuk wisatawan. Kondisi tersebut  tercermin dari suasana yang teratur, rapi dan lancar serta menunjukan disiplin yang tinggi dalam semua segi kehidupan masyarakat.

 

 

 

3.        Bersih

Bersih merupakan suatu keadaan / kondisi lingkungan yang menampilkan suasana bebas dari kotoran , sampah dan limbah, penyakit dan pencemaran. Wisatawan akan merasa betah dan nyaman bila berada ditempat-tempat yang bersih dan sehat: penggunaan alat dan perlengkapan yang bersih, rapi dan sehat.

 

 

 

4.        Sejuk

Sejuk adalah kondisi lingkungan yang nyaman, segar,sehat dan bersih. Lingkungan yang sejuk ini dapat diupayakan pada setiap tempat terutama pada tempat dan objek wisata, dengan cara melakukan penghijauan ,menjaga kebersihan lingkungan, melestarikan segala potensi wisata serta mengatur siskulasi udara  segar khususnya untuk ruangan-ruangan tertutup. Lingkungan yang sejuk bermanfaat untukmenjernihkan fikiran sehingga memberi dampak segar dan bugar pada jasmani kita.

 

5.        Indah

Keadaan atau suasanayang menampilkan lingkungan yang menarik dan sedap  dipandang mata itulah yang disebut indah. Indah dapat dilihat dari berbagai segi baik dari segi letak,warna, bentuk gaya ataupun grak yang serasi  dan selaras, sehingga memberi kesan eanak dan cantik untuk dilihat.

 

 

6.        Ramah

Ramah merupakan sikap prilaku seseorang yang menunjukan, keakraban, sopan, suka membantu, suka tersenyum dan menarik hati.Sedangkan keramahan dapat diartikan sikap positif seseorang yang memilki etika moral dan berpendidikan. Contohnya  bertutur kata yang sopan dengan mimik wajah yang menyenangkan.

 

7.        Kenangan

Kenangan adalah kesan yang melekat dengan kuat pada ingatan dan perasaan  seseorang yang disebabkan oleh pengalaman yang diperolehnya. Kenangan yang ingin diwujudkan dalam ingatan dan perasaan wisatawan dari pengalaman berpariwisata di indonesia adalah yang indah dan menyenangkan.

Sapta Pesona ini dapat tercipta dengan antara lain dengan terciptanya akomodasi yang nyaman baik dan sehat, atraksi seni budaya yang khas dan mempesona, makanan dan minuman khas daerah yang lezat dengan penyajian dan penampilan yang menarik. Cenderamata yang khas Daerah dan bermutu tinggi, mudah dibawa, harga terjangkau dan mempunyai arti tersendiri akan   tempat yang dikunjungi tersebut. Memasyarakatkan dan membudayakan sapta pesona dalam kehidupan sehari hari mempunyai tujuan yang jauh lebih luas, yaitu untuk meningkatkan disiplin  nasional dan  jati diri bangsa yang juga akan meningkatkan citra baik bangsa dan negara.


Modal Dasar Pembangunan Sektor Pariwisata

Indonesia memiliki potensi untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai tulang punggung pembangunan nasional. Hal ini mengingat Indonesia memiliki beberapa keunikan, antara lain:

  1. keragaman dan keindahan alam
  2. keragaman suku dan adat istiadat
  3. keragaman seni dan hasil kerajinan rakyat, dan sebagainya

Sebagaimana dinyatakan oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Indonesia  memiliki sumber daya yang dapat dijadikan modal dasar pembangunan sektor pariwisata, yang terdiri dari:

a.        Luas wilayah dan letak strategis

Negeri ini merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dan terletak di lokasi yang strategis  di garis khatulistiwa dengan jumlah pulau sekitar 17.408 pulau, dimana sekitar 60 % dari seluruh wilayah terdiri dari air dan selebihnya berupa daratan. Bila dibandingkan luas  wilayah Indonesia hampir sama dengan luas seluruh benua Eropa atau luas Amerika Utara.

Panjang rentang dari ujung barat sampai ujung timur mencapai 5.100 km dan panjang dari  utara ke selatan sekitar 1.888  km. Letak geografis Indonesia berada diantara benua Asia dan Australia serta lautan Pasifik dan Samudera  Hindia,  yang beriklim tropis basah dengan penyinaran matahari sepanjang tahun.

b.        Sumber Daya Alam

Wilayah Indonesia dengan iklim tropisnya sepanjang tahun memiliki potensi kekayaan alam     dan laut yang belum sepenuhnya dieksploitasi. Untuk kesejahteraan rakyat, Kekayaan, keragaman dan keindahan alam baik di dasar lautan maupun di darat dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan baik dari dalam negeri maupun dari manca negara.

Gambar 1.5 Sumber Daya Alam dan Keberagaman Adat

c.         Penduduk yang besar dan budaya yang beragam

Indonesia termasuk negara berpenduduk terbesar di dunia selain China, India dan Amerika Serikat. Penduduk Indonesia terdiri dari berbagai suku dengan  budaya dan adat  istiadat yang  beraneka  ragam, seni  budaya, sejarah dan dialek yang berbeda dapat menjadi  modal  besar bagi pengembangan kepariwisataan.

d.        Stabilitas Keamanan

Keamanan dan toleransi merupakan syarat mutlak bagi tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata. Bangsa Indonesia yang sebelumnya dikenal karena memiliki budaya  tinggi, luhur, ramah, santun, beradab, dan sangat toleran antar sesama, disadari atau tidak mulai berubah menjadi bangsa yang mudah tersinggung, dan emosional. Munculnya kasus bom Bali dan kasus yang sama di beberapa wilayah di Indonesia secara langsung dan seketika telah mengakibatkan industri pariwisata kita jatuh terpuruk. Negara kita mulai dicap sebagai negara teroris dan seakan telah kehilangan jati dirinya. Oleh karena itu marilah kita membangun kembali citra negeri ini, mengembalikan kepercayaan dunia bahwa negeri ini memang negeri yang beradab, berbudaya, santun dan toleran kepada semua umat manusia.

e.         Pencitraan Nasional

Pada era tahun 1980 sampai dengan 1990 an dunia Pariwisata kita sangat diminati oleh Wisatawan International (Wisatawan Mancanegara), terbukti dengan banyaknya devisa  yang disumbangkan oleh para wisatawan asing tersebut bagi pendapatan nasional negara kita umumnya dan  khusunya bagi daerah tujuan utama wisatawan asing  di Indonesia seperti: Bali, Yogyakarta, Tanah Toraja dan Danau Toba dan lainnya, akan tetapi pada beberapa tahun terakhir ini grafik  kunjungan Wisman ke Indonesia secara umum jumlahnya  sangat menurun drastis disebabkan oleh beberapa citra buruk atau negative misalnya:

  • Bom Bali 1 dan 2
  • Tsunami di Wilayah Sumatera dan Jawa Barat
  • Gempa Bumi di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah
  • Virus Flue Burung
  • Larangan terbang bagi pesawat asal dan milik perusahaan di Indonesia ke Eropa dan   Amerika karena alasan minimnya keselamatan penerbangan indonesia, dll.

Untuk itu pencitraan nasional harus terus menerus dilakukan oleh semua pihak  sehingga kunjungan Wisman akan  segera  bangkit  lagi  yang menjadikan Indonesia sebagai main destination mereka, dan untuk hal ini salah satu cara yang dilakukan oleh Pemerintah adalah memberikan ijin Visa on Arrival (VOA) sesuai dengan peraturan Menteri Hukum dan hak Asasi  Manusia  RI  no:  M.02IZ.01.10.tahun  2007  (lihat  lampiran),  bagi warga masyarakat yang berasal dari berbagai negara dibawah ini.

Warga Negara Asing yang memperoleh Fasilitas Visa on Arrival :

  1. Afrika Selatan
  2. Amerika Serikat
  3. Argentina
  4. Australia
  5. Austria
  6. Bahrain
  7. Belgia
  8. Belanda
  9. Brazilia
  10. Bulgaria
  11. Cyprus
  12. Denmark
  13. Emirat Arab
  14. Estonia
  15. Finlandia
  16. Hongaria
  17. India
  18. Inggris
  19. Iran
  20. Irlandia
  21. Islandia
  22. Italia
  23. Jepang
  24. Jerman
  25. Kamboja
  26. Kanada
  27. Korea Selatan
  28. Kuwait
  29. Laos
  30. Liechtenstein
  31. Luxemburg
  32. Maladewa
  33. Malta
  34. Meksiko
  35. Mesir
  36. Monako
  37. Norwegia
  38. Oman
  39. Prancis
  40. Polandia
  41. Portugal
  42. Qatar
  43. Republik Rakyat China
  44. Rusia
  45. Saudi Arabia
  46. Swiss
  47. Selandia Baru
  48. Suriname
  49. Swedia
  50. Swiss
  51. Taiwan
  52. Yunani
  53. Aljazair
  54. Tunisia
  55. Romania
  56. Lithuania
  57. Panama
  58. Libya
  59. Latvia
  60. Czech Republic
  61. Slovakia
  62. Fiji
  63. Slovenia

Tarif Visa on Arrival untuk per wisman adalah:

  • 7 (tujuh) hari per orang US$ 10
  • 30 (tigapuluh) hari perorang US$25

Sumber: Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Nomor: M.02-IZ.01.10 Tahun 2007 tentang Perubahan Kedelapan Atas Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi manusia Nomor: M-04.IZ.01.10 Tahun 2003 tentang Visa Kunjungan Saat Kedatangan  dan  Surat  Edaran  Sekretaris  Jenderal  Departemen  Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor A.KU. 01.10-36 Tanggal 1 Maret 2007, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2005 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Hukum dan Hak Asasi manusia, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2005 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis  Penerimaan Negara Bukan  Pajak  yang  berlaku  pada  Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Adapun pemberian Visa on Arrival tersebut diatas berlaku bagi kedatangan Wisman melalui beberapa Bandara (airport) dan Pelabuhan Laut (seaport) yang telah itentukan oleh Pemerintah seperti dibawah ini:

Bandara Pintu Masuk Pelayanan Visa on Arrival

No.

PELABUHAN UDARA

KOTA

PROPINSI

1.

Polonia

Medan

Sumatera Utara

2.

Sultan Syarif Kasim II

Pekanbaru

Riau

3.

Tabing

Padang

Sumatera Barat

4.

Hang Nadim

Batam

Riau

5.

Soekarno-Hatta

Jakarta

DKI Jakarta

6.

Halim Perdana Kusuma

Jakarta

DKI Jakarta

7.

Juanda

Surabaya

Jawa Timur

8.

Adi Sucipto

Jogjakarta

DI Jogjakarta

9.

Adi Sumarmo

Surakarta

Jawa Tengah

10.

Husein Sastranegara

Bandung

Jawa Barat

11.

Ahmad Yani

Semarang

Jawa Tengah

12.

Ngurah Rai

Denpasar

Bali

13.

Selaparang

Mataram

NTB

14.

Ei-Tari

Kupang

NTT

15.

Hasanuddin

Makassar

Sulawesi Selatan

16.

Sam Ratulangi

Manado

Sulawesi Utara

17.

Sepinggan

Balikpapan

Kalimantan Timur

Sumber: Keppres No. 103 Tahun 2003 (lihat lampiran)

Pelabuhan Laut Pintu Masuk Pelayanan Visa on Arrival

No.

PELABUHAN LAUT

KOTA

PROPINSI

1.

Sekupang, Batu Ampar, Nongsa, Marina Teluk Senimba, dan Batam Center

Batam

Riau

2.

Bandar Bintang Telani Lagoi dan Bandar Sri Udana Lobam

Tanjung Uban

Riau

3.

Belawan

Belawan

Sumatera Utara

4.

Sibolga

Sibolga

Sumatera Utara

5.

Yos Sudarso

Dumai

Riau

6.

Tanjung Balai Karimun

-

Riau

7.

Tanjung Pinang

Tanjung Pinang

Riau

8.

Teluk Bayur

Padang

Sumatera Barat

9.

Tanjung Priok

Jakarta

DKI Jakarta

10.

Tanjung Mas

Semarang

Jateng

11.

Padang Bai dan Benoa

-

Bali

12.

Tenau

Kupang

NTT

13.

Maumere

Maumere

NTT

14.

Bitung

Bitung

Sulawesi Utara

15.

Soekarno-Hatta

Makassar

Sulawesi Selatan

16.

Pare-pare

Pare-pare

Sulawesi Selatan

17.

Jayapura

Jayapura

Pap

f.         Komitmen politik dari pemerintah

Komitmen politik yang kuat dari pemerintah untuk mempersatukan bangsa dan menjadikan sektor pariwisata sebagai andalan dalam pembangunan ekonomi rakyat akan berpengaruh langsung dan dapat menjadi modal dasar bagi pengembangan industri pariwisata.

g.        Keberhasilan pembangunan

Keberhasilan pembangunan telah memberikan dampak positif dalam pembangunan dan pengembangan pariwisata di Indonesia.

Prasarana dan sarana yang semakin baik, telah memberikan kemudahan dan citra positif bagi kepariwisataan Indonesia.

Keberhasilan ini dapat dilihat dari indikator-indikator sebagai berikut:

  • Semakin meningkatnya seni dan budaya bangsa
  • Semakin meningkatnya sadar wisata dan pertisipasi masyarakat dalam pembangunan pariwisata
  • Semakin dikenalnya objek dan daya tarik oleh wisatawan nusantara maupun mancanegara
  • Semakin meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan

Gambar 1.6 Alam yang Segar


Manfaat dan Dampak Negatif Industri Pariwisata

Banyak sekali manfaat yang dapat diberikan oleh pengembangan sektor industri pariwisata. Menurut buku Pegangan Penatar dan Penyuluh Kepariwisataan Indonesia yang diterbitkan oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, sedikitnya manfaat dan dampak negative yang ditimbulkan tersebut dapat ditinjau dari  empat aspek: (a) aspek ekonomi, (b) aspek  social-budaya, (c)  aspek berbangsa dan bernegara, dan (d) aspek lingkungan. Tabel 1.2. memberikan  ringkasan manfaat dari ke-empat aspek tersebut.

Di samping manfaat yang diberikan dari perkembangan dan pertumbuhan industri  pariwisata,  juga perlu diantisipasi dampak-dampak negatif yang mungkin ditimbulkan bila perlu mengurangi   atau bahkan dapat menghilangkannya.

Tabel 1.2 Manfaat dan Dampak Negatif Pengembangan Sektor Industri Pariwisata

NO

ASPEK

MANFAAT

DAMPAK  NEGATIF

1.

Ekonomi

  • Menambah devisa
  • Membuka kesempatan berusaha
  • Menambah lapangan kerja
  • Meningkatkan pendapatan masyarakat dan pemerintah
  • Mendorong pembangunan daerah
  • Harga barang dan jasa pelayanan menjadi naik, karena banyaknya pengunjung atau wisatawan yang dianggap selalu membawa uang banyak.
  • Harga tanah naik akibat dari banyaknya para investor yang memerlukan tanah untuk pembangunan hotel dan   sarana penunjang industri pariwisata
  • Harga barang dan jasa pelayanan menjadi naik, karena banyaknya pengunjung atau wisatawan yang dianggap selalu membawa uang banyak.
  • Harga tanah naik akibat dari banyaknya para investor yang memerlukan tanah untuk pembangunan hotel dan   sarana penunjang industri pariwisata

2.

Sosial Budaya

  • Pelestarian budaya dan adat
  • Meningkatkan kecerdasan masyarakat
  • Meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani
  • Mengurangi konflik social
  • Penduduk khususnya remaja suka mengikuti pola hidup para wisatawan yang tidak sesuai dengan budaya dan kepribadian bangsa kita sendiri
  • Penduduk khususnya remaja suka mengikuti pola hidup para wisatawan yang tidak sesuai dengan budaya dan kepribadian bangsa kita sendiri

3.

Berbangsa dan Bernegara

  • Mempererat persatuan dan kesatuan
  • Menumbuhkan rasa memiliki dan kecintaan terhadap tanah air
  • Memelihara hubungan baik secara internasional
  • Banyaknya peluang dan pemanfaatan wisatawan juga mengundang perilaku yang tidak bertanggungjawab misalnya: pemerasan, perjudian, prostitusi, pencurian, pengedaran barang barang terlarang, penipuan dan lain sebagainya.
  • Banyaknya peluang dan pemanfaatan wisatawan juga mengundang perilaku yang tidak bertanggungjawab misalnya: pemerasan, perjudian, prostitusi, pencurian, pengedaran barang barang terlarang, penipuan dan lain sebagainya.

4.

Lingkungan

  • Melestarikan lingkungan
  • Menumbuhkan suasana hidup tenang dan bersih
  • Meningkatkan kesegaran fisik dan mental
  • Jauh dari polusi, santai dapat  mengembalikan kesehatan pisik dan mental, dengan demikian pengembangan pariwisata merupakan salah satu cara dalam upaya untuk melestarikan lingkungan.
  • Memperoleh nilai tambah atas pemanfaatan dari lingkungan yang ada
  • Terjadi  pengrusakan lingkungan, baik karena pembangunan prasarana dan sarana pariwisata, maupun karena ulah pengunjung atau tangan-tangan jahil orang yang tidak bertanggungjawab.
  • Terjadi  pengrusakan lingkungan, baik karena pembangunan prasarana dan sarana pariwisata, maupun karena ulah pengunjung atau tangan-tangan jahil orang yang tidak bertanggungjawab.


Unsur-unsur Industri Pariwisata

Industri pariwisata telah berkembang dengan pesat dari masa ke masa terbukti dari semakin banyaknya orang melakukan kegiatan wisata dan  juga jumlah uang yang dibelanjakan untuk kegiatan tersebut, hal ini sangat dimungkinkan karena adanya:

  1. Semakin meningkatnya jumlah penduduk dunia, demikian juga meningkatnya jumlah penduduk dunia yang mampu melakukan perjalanan dan berwisata ke daerah lain.
  2. Keputusan untuk cuti bersama pada setiap libur hari raya atau libur lainnya juga ikut mendukung kegiatan berwisata dari daerah yang satu ke daerah yang lainnya bahkan bila memungkinkan ke negara lain.
  3. Semakin bertambahnya uang atau dana yang dapat digunakan untuk dapat membiayai kegiatan wisata.
  4. Semakin tersedianya waktu yang luang dan kesempatan yang dapat digunakan untuk berwisata.
  5. Semakin mudah cara melakukan perjalanan, lebih cepat dan lebih menyenangkan.
  6. Kecenderungan biaya hidup lebih tinggi di negara tertentu, juga mendorong orang untuk melalukan wisata ke negara lain yang biaya hidupnya lebih rendah

Unsur-unsur yang terlibat didalam industri pariwisata adalah meliputi hal-hal sebagai berikut:

a.  Akomodasi

Adalah tempat bagi seseorang untuk tinggal sementara, dapat berupa hotel, losmen, guest house, pondok, cottage inn, perkemahan, caravan, bag packer dan sebagainya.

Saat ini telah berkembang lebih  jauh kearah tuntutan pemenuhan kebutuhan manusia lainnya seperti makan, minum rekreasi, olah raga, konvensi, pertemuan-pertemuan profesi dan asosiasi perjamuan-perjamuan pernikahan dan  lainnya. Oleh karena  itu dengan kemajuan teknologi dan perkembangan jaman juga dapat mempengaruhi jenis, macam dan banyaknya fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan dan harus disediakan oleh pengusaha pada bidang akomodasi.

Gambar 1.3 Hotel dan fasilitasnya

b.  Jasa Boga dan Restoran

Adalah industri yang bergerak dalam bidang penyediaan makanan dan  minuman, yang dikelola  secara komersial. Jenis usaha ini dapat dibedakan dalam manajemennya, yaitu cara pengelolaannya, apakah dikelola secara mandiri maupun terkait dengan usaha lain. Industri  yang  bergerak  dalam  bidang  makanan  dan  minuman  ini merupakan   industri   yang   paling menjanjikan karena seperti dikatakan banyak orang dalam berwisata, orang boleh menahan diri untuk tidak membeli pakaian atau jenis sandang lainnya tetapi tidak ada wisatawan yang dapat menahan untuk mencicipi makanan dan miunuman. Di samping itu pula industri makanan dan minuman ini juga banyak dikonsumsi atau dibeli untuk kenangan sebagai oleh-oleh dan buah tangan menandakan telah melakukan wisata.

Gambar 1.4 Jasa boga dan Restoran

 

c.  Transportasi dan Jasa Angkutan

Adalah bidang usaha jasa yang bergerak dalam bidang angkutan. Transportasi dapat dilakukan melalui darat, laut dan udara.Pengelolaan dapat dilakukan oleh Swasta maupun BUMN. Jasa angkutan dan transportasi ini juga sangat mempengaruhi industri pariwisata, terjadinya kemudahan jasa transportasi terutama udara, yang memberikan harga yang cukup terjangkau bagi seluruh kalangan membuat meningkatnya kegiatan berwisata dari satu tempat ke tempat atau daerah lainnya.

 

Gambar 1.5 Berbagai Fasilitas Transportasi

d.  Tempat Penukaran Uang (Money Changer)

Tempat penukaran mata uang asing (money  changer) kini telah berkembang dengan pesat, penukaran uang tidak hanya dilakukan di bank, melainkan juga pada perusahaan-perusahaan  money changer yang tersebar di tempat-tempat strategis, terutama dikota-kota besar.

e.  Atraksi Wisata

Atraksi wisata dapat berupa pertunjukan tari, musik, upacara adat dll sesuai dengan budaya   setempat. Pertunjukan ini dapat dilaksanakan secara tradisional maupun modern, melalui atraksi wisata ini dapat dilakukan salah satunya mengangkat keunggulan lokal setempat.

Gambar 1.5  Atraksi Wisata Nusantara

 

f.  Cindera Mata
Adalah oleh-oleh atau kenang-kenangan yang dapat dibawa oleh wisatawan pada saat kembali ke tempat asalnya. Cindera mata ini biasanya berupa benda-benda kerajinan tangan  yang  dibentuk sedemikian rupa sehingga memberikan suatu keindahan seni dan sifatnya khas untuk tiap daerah.

Gambar 1.6 Cinderamata Khas Daerah

 

g.  Biro Perjalanan

Adalah suatu badan usaha dimana operasionalnya meliputi pelayanan semua proses perjalanan dari seseorang sejak berangkat hingga kembali, sehingga mereka merasa nyaman selama perjalanan.


Skema Industri Pariwisata

Menurut the Educational Institute of the American Hotel & Motel Association (Endar Sugiarto & Sri Sulastiningrum, 1996) skema Industri Pariwisata dapat dilihat pada  Tabel 1.1

Tabel 1.1

Skema Industri Pariwisata

Travel and Tourism Industry

Lodging Operation

Transportation Service

Food and Beverage Operations

Retail Store

Activities

Hotels

Ships

Restaurants

Gift Shops

Recreation

Motels

Airlines

Lodging Properties

Souvenir Shops

Business

Motor Hotels

Autos

Retail Stores

Art/Crafts Shops

Entertainment

Resorts Hotels

Buses

Vending

Shopping Malls

Meetings

Camps

Trains

Catering

Markets

Study Trips

Parks

Bikes

Snack Bar

Miscellaneous Stores

Sporting Events

Pensions

Limousines

Cruse Ships

 

Ethnic Festivals

Motor Homes

 

Bar/ Taverns

 

Art Festivals Cultural Events, Seasonal Festivals

Cara lain untuk dapat memahami keterkaitan dan saling ketergantungan antar berbagai unsure/sector dalam industri pariwisata dapat pula dijelaskan dengan menggunakan peta pikiran (mind map) seperti terlihat pada Gambar 1.1 dan 1.2

Gambar 1.1 Peta Pikiran Tentang

Keterkaitan Berbagai Unsur Dalam Industri Pariwisata

Gambar 1.2 Pengelompokan  Perjalanan Wisata